Perbedaan dan Karakteristik Mesin Bensin dan Diesel

Klasifikasi Engine atau mesin merupakan komponen utama pada sebuah unit kendaraan, tidak berarti engine bisa bekerja sendirian di dalam sistem yang kompleks tersebut, namun seluruh komponen yang ada dalam sebuah unit kendaraan bekerja saling mendukung dan melengkapi, di dalam unit kendaraan engine merupakan sumber tenaga atau sumber penggerak kendaraan atau unit.

Klasifikasi Mesin (Engine)

Apabila kita umpamakan tubuh kita merupakan sebuah unit kendaraan, engine kita analogikan jatungnya yang akan memompa darah ke seluruh tubuh, begitu juga engine sebagai sumber tenaga yang akan meneruskan tenaga ke seluruh sistem yang ada, baik sebagai sistem penggerak maupun sebagai sistem kerja pada unit-unit alat berat.

Pengertian mesin

Dalam sebuah unit alat berat sangatlah penting memiliki engine yang mempunyai daya yang besar dan tangguh serta tahan dalam berbagai kondisi area kerja. Oleh karena itu, pemilihan jenis engine menjadi sangat penting untuk menentukan kesuksesan sebuah pekerjaan. Jika kita menginginkan engine yang mempunyai daya besar, tangguh bisasanya kita terpatri pada sebuah merk dagang tertentu. 

Pada diagram di atas cukup jelas bahwa klasifikasi engine dilakukan dengan membagi engine menurut tempat terjadinya proses pembakaran dan tempat perubahan energi panas menjadi energi mekanis apakah pembakaran yang terjadi di dalam sistem atau di luar sistem.Apabila terjadi di dalam sistem, maka engine tersebut diklasifikasikan sebagai engine jenis internal combustion, dan apabila terjadi di luar sistem dengan kata lain tempat perubahan energi panas menjadi energi mekanis terpisah dengan proses pembakarannya, maka engine tersebut diklasifikasikan sebagai engine jenis external combustion.External combustioan diklasifikasikan menjadi dua yaitu model turbine dan model piston sedangkan internal combustion diklasifikasikan menjadi tiga yaitu model piston, rotary/wankel dan rotational motion. Pada bab ini yang akan kita bahas adalah model nternal combustion dengan model piston. Model piston diklasifikasikan menjadi dua yaitu model diesel dan sprak ignited. atau engine yang tidak membutuhkan percikan bunga api (pengapian) dan engine yang membutuhkan percikan bunga api (pengapian).Model diesel engine berdasarkan banyaknya langkah yang dibutuhkan untuk mendapatkan tenaga atau power diklasifikasikan menjadi dua yaitu engine dua langkah (two stroke) dan engine empat langkah (four stroke).Berdasarkan model pemasukan bahan bakar ke ruang bakar, engine empat langkah diesel diklasifikasikan menjadi dua yaitu engine dengan menggunakan model indirect injection atau pre-combustion dan model direc injection sedangkan pada engine empat langkah model spark ignited berdasarkan jenis bahan bakar yang dipakai diklasifikasikan menjadi dua yaitu engine dengan bahan bakar gas dan engine dengan bahan bakar gasoline.

Model Engine/mesin

Dalam hal pembahasan model engine, kita batasi pembahasanya pada pembahasan model engine diesel dan engine bensin atau gasoline.

Mesin Bensin

Prinsip kerja engine bensin secara sederhana adalah campuran antara udara dan bahan bakar yang terisap masuk ke dalam ruang bakar di kompresikan oleh piston sehingga mencapai tekanan dan suhu tertentu, dan pada akhir langkah kompresi busi memercikan bunga api.Sehingga campuran udara dan bahan bakar yang dikompresikan oleh piston terbakar di ruang bakar dan ledakan dari pembakaran bahan bakar tersebut akan mendorong piston dengan kuat.Dengan demikian piston bergerak terdorong dari TMA (Titik Mati Atas) menuju TMB (Titik mati bawah) atau dari TDC menuju BDC yang selanjutnya disebut sebagai langkah usaha.

Mesin Diesel

Prinsip kerja engine diesel secara sederhana adalah udara yang terisap ke ruang bakar di kompresikan oleh piston sehingga mencapai tekanan dan suhu yang tinggi, bahan bakar diinjeksikan dan dikabutkan ke dalam ruang bakar sehingga terjadi pembakaran sesaat setelah terjadi pencampuran antara bahan bakar yang dibabutkan tadi dengan udara panas yang dikompresikan oleh piston di ruang bakar.

Baik engine bensin maupun engine diesel memiliki komponen komponen utama engine yang tidak jauh berbeda. dalam hal ini kita akan membahas lebih banyak tentang engine diesel. Secara garis besar komponen-komponen utama engine adalah:

a. Piston dan Conecting Rod

Piston adalah komponen yang menerima tekanan hasil pembakaran yang terjadi di dalam ruang bakar yang kemudian diteruskan oleh connecting rod ke crankShaft.

Fungsi dari ring piston adalah menahan tekanan gas kompresi di dalam silinder, menjaga ketebalan oil film di dalam silinder, dan mentransfer panas dari piston ke silinder liner. Top ring atau ring kompresi adalah ring bagian atas yang berfungsi untuk mencegah kebocoran gas kompersi dan ring bagian bawah disebut ring oil yang berfungsi untuk menjaga oil film.

b. Cylinder Head

Struktur dari Cylinder head tergantung pada model pembakaran. Cylinder head berfungsi untuk menahan tekanan pembakaran, mengendalikan panas dalam ruangan (dengan sistem pendinginan) dan tempat dudukan mekanisme intake valve ataupun exhaust valave dan mekanisme penyemprotan bahan bakar. 

Sedangkan model pre-combustion type di dalam Cylinder head dibutuhkan tempat yang bebas untuk menempatkan pre-combustion chamber dengan demikian model precombustion chamber memiliki struktur yang lebih komplek serta membutuhkan perencanaan yang khusus untuk model pendinginan pada Cylinder head. Cylinder head model pre-combustion chamber diklasifikasikan menjadi dua tipe yaitu:

  • Pre-combustion chamber yang langsung disatukan di dalam Cylinder head (contoh pada model 95 series)
  • Pre-combustion chamber yang terpisah kemudian dipasangakan di dalam Cylinder head (contoh pada model 130 series)

c. Valve, Valve guide, valve seat

Pergerakan valve diambil dari putaran camShaft yang dirubah menjadi gerakan vertical oleh Pushrod diteruskan ke roker arm dan roker arm akan menekan valve. Valve berfungsi untuk membuka dan menutup baik itu saluran masuknya udara dari intake manifold atau membuka dan menutup saluran buang pada exhaust manifould.Valve dibuat dari material yang tahan terhadap panas yang tinggi karena valve juga termasuk komponen yang menerima beban panas yang tinggi dari ruang pembakaran, sedangkan valve guide adalah komponen untuk menuntun pergerakan valve secara sliding. Valve guide juga sebagai pengontrol pelumasan pada valve stem.Dengan demikian dibutuhkan celah yang tepat antara valve guide dengan stem sehingga tidak terjadi kebocoran udara dan oli ke dalam intake manifold dan exhaust manifold sedangkan valve seat adalah suatu ring yang tahan panas dan benturan yang dipasang diantara permukaan valve yeng bersentuhan dengan Cylinder head, manfaatnya adalah jika terjadi kerusakan karena benturan dengan valve yang rusak bukan Cylinder headnya tetapi valve seatnya, jadi kita cukup dengan mengganti valve seat bukan cylinser head.

d. Valve spring

Valve spring berfungsi sebagai pengangkat valve sampai velve merapat pada valve seat. Atau sebagai pembalik valve pada saat valve tertekan atau didorong oleh roker arm. Valve spring juga mengembalikan kedudukan roker arm, valve lifter, Pushrod secara keseluruhan ke posisi normal atau kedudukanya dengan cepat.

e. Cylinder Head Gasket

Cylinder head gasket berfungsi sebagai penyekat gas pembakaran dan air pendingin dan oli pelumas yang bersirkulasi antara Cylinder head dan Cylinder block, Cylinder head gasket di samping tahan terhadap panas dan tekanan tinggi juga harus tahan terhadap air dan oli. Kebocoran gas, air dan oli dapat terjadi tidak hanya bocor keluar tetapi dapat bocor ke dalam engine.

f. Roker Arm dan Roker Arm Shaft

Roker Arm dipasang pada roker Arm Shaft di atas Cylinder head dan dihubungkan dengan Pushrod serta dihubungkan juga dengan valve intake dan valve exhaust. Gerakan naik turun Pushrod yang mengikuti pergerakan camShaft ditransfer melalui roker arm ke valve dengan arah yang berlawanan.Penyetelan pada valve clearance dilakukan dengan cara mengendorkan lock nut dan memasukan feeler gauge yang tebalnya sesuai dengan standart OMM unit masing-masing dan putar screw bolt untuk menyesuaikan kerenggangan. Untuk penyetelan model empat valve, stel kerenggangan antara roker arm dengan crosshead dan untuk mendapatkan hasil penyetelan kerenggangan valve yang terbaik adalah dilakukan pada  saat engine panas.

g. Cylinder Block

Cylinder block berfungsi sebagai pemegang atau dukukan utama komponen yang bergerak seperti piston, connecting rod, crankShaft, camShaft, dan lainnya. Cylinder block baru bisa dikatakan engine jika di gabungkan dengan Cylinder head pada bagian atas block dan oil pan pada bagian bawah block, timing gear, gear case, fly wheel, dan housing pada bagian belakang block. Pada Cylinder blok juga dilengkapi dengan saluran pelumas oil dan air pendingin. pada Cylinder block dipasang Cylinder liner pada lubang Cylinder block sebagai penuntun gerakan piston. Terdapat dua tipe Cylinder liner yaitu:1) Wet type (langsung didinginkan dengan air) dimana wet type memiliki efisiensi pendinginan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan dry tipe liner, wet type lebih banyak dipakai pada engine diesel.2) Dry type (tidak langsung didinginkan dengan air)

Sumber : labtech.my.id

Mau Kuliah Teknik ?

ya di BPLE Tiara Course aja, klik untuk daftar